The Coffee Terhenti Di Babak 30 Besar La Lights Indiefest 2008

July 20th, 2008 by thecoffee

Meskpun sudah berusaha keras akhirnya The Coffee harus terhenti di
babak 30 Besar La Lights Indiefest 2008. Setelah cukup lama bertahan,
berlatih keras dan menampilkan yang terbaik di babak Live Audition 19
Juli 2008 di Margo City Depok kemarin, The Coffee tetap harus mengakui
6 band terbaik lainnya dari Kota Jakarta.

Tidak ada raut kecewa dari para personelnya "Kita udah usaha , doa dan
ikhtiar kok, kalo hasilnya begini berarti ini jalan yang terbaik dari
yang di Atas, dan berarti Tuhan punya rencana lain buat Kita. Kita
tetep puas dan bersyukur banget udah sampe di sini." ujar Ridho,
bassist The Coffee yang diamini para personel The Coffee lainnya saat
perjalanan pulang dari Margo City Depok.

Akhir kata kami dari Coffee-Shop management, Crew dan semua personel
The Coffee mengucapkan Thx banget buat temen temen yang selama ini udah
mendukung The Coffee di babak babak La Lights Indiefest 2008 bahkan
kemudian merelakan malam minggunya datang ke Margo City dan mendukung
habis2 an The Coffee kemarin. The Coffee tidak akan berhenti berkarya
dan menghasilkan karya karya yang bisa dinikmati temen temen semua
layakny Kopi…

Thx A Lot Guys!!!!

"coffee-shop management"

2 tahun, dan kado terindah buat The Coffee

July 8th, 2008 by thecoffee

8 Juli 2008, yappp.. dua tahun sudah band kecil ini berjalan. kalo diibaratkan anak manusia, dua tahun adalah usia di mana seorang balita sudah mulai bisa berjalan dan berbicara walau sepatah kata. Begitu pun dengan The Coffee, meski selangkah demi selangkah band ini mulai berjalan menurut keinginan mereka. Mulai dari jadwal panggung yang mulai banyak n masuk ke sbuah  album kompilasi adalah proses di 1 tahun terakhir ini. meski pun baru sepatah dua patah kata, lagu mereka mulai diperdengarkan. Jika bayi mulai bisa berbicara maka lagu lagu the coffee pun sedikit demi sedikit mulai dikenal segelintir orang. Dari beberapa radio, bahkan belakangan di daerah jakarta selatan mulai tersebar lewat kios handphone dan teknologi bluetooth walaupun tanpa seijin dari pihak The Coffee.

Dua tahun memang perjalanan yang cukup panjang, meski masih hijau menurut kami dibandingkan musisi musisi lain yang lebih senior dan berpengalaman.

Sepanjang dua tahun belakangan banyak air mata atau pun gelak tawa yang keluar dari para personel The Coffee. Rasa Senang karena lagu lagu sudah mulai diterima, beberapa prestasi membanggakan seperti menembus album kompilasi, 50 besar La Lights Indiefest 2007 dan 30 besar La Lights Indiefest 2008, undangan panggung yang Alhamdulillah selalu ada.

Rasa Sedih pun tak luput dari kami karena kegagalan ataupun pernah merasakan sakitnya dilecehkan sebagai grup band indie yang masih baru.

Semua menjadi satu dan bercampur menjadi pengalaman dan pelajaran hidup bagi the Coffee.

Lagu ‘KITA’ adalah lagu yang dibuat untuk semua pengalaman itu. Sedih dan senang  semua hanyalah proses sebuah kehidupan. Dan itu semua tidak akan pernah membuat semangat dan mimpi the coffee meluntur sedikitpun….


THE COFFEE - KITA (can be downloaded at myspace.com/thecoffeeband)

tak lagi terasa, peluh basahi raga
sejak kita di sini coba satukan mimpi
mungkin hari ini kita lelah mencari
kelak esok nanti pasti dapat teraih…

sinar mentari takkan lelah menyinari
terang bintang setia untuk menemani

bersama kita tak terhenti
arungi lautan mimpi
lalui hari
jelang bahagia raih cita

mungkin sudah tak terhitung banyaknya peluh…
mungkin kami juga sudah lelah bermimpi
mungkin pencarian ini pun sudah membuat kami jenuh….
tapi kami tetap yakin… Tuhan selalu melihat usaha dan kerja keras hambanya….

Kalau kita bersama… kita tak akan terhenti..
bersama kita raih mimpi itu….
walaupun sudah beratus ratus hari…
demi bahagia yang kita impikan

bersama…….

-thecoffee-
jakarta, 08/07/2008

Satu Tahun Perjalanan The Coffee

July 8th, 2007 by thecoffee

Satu tahun sudah The Coffee berdiri. Terbentuk secara resmi pada tanggal 8 Juli 2006 dengan nama Caramel, baru kemudian berganti nama The Coffee setelah nama Caramel dimiliki oleh band lain. Sudah banyak suka duka yang terjadi di dalam grup band ini. Rasa kekeluargaan yang tinggi pun tumbuh seiring makin seringnya bertemu. The Coffee pun akhirnya seperti keluarga dan rumah kedua bagi para personilnya.

Dua bulan setelah terbentuk, The Coffee langsung masuk studio rekaman dan membuat demo pertama mereka yang berjudul ‘Tentang Dia’. Hanya sebulan setelah recording, The Coffee mendapat tawaran untuk bergabung dalam dua album kompilasi dari dua indie label berbeda. Salah satunya bahkan menawarkan sebuah album untuk The Coffee yang waktu itu masih bernama Caramel. Namun ketiadaan dana membuat mimpi The Coffee untuk masuk dalam sebuah album harus dikubur.

Berselang beberapa bulan kemudian, lagu kedua berjudul ‘Berpisah’ selesai direkam. Cukup banyak tanggapan yang masuk seputar lagu yang dinilai banyak orang sebagai lagu mellow ini. Saran saran dan kritikan itupun membuat The Coffee makin rajin menghasilkan lagu - lagu baru.

Sekitar tiga bulan setelah lagu kedua, Lagu ketiga berjudul ‘Kita’ yang merupakan lagu kebangsaan The Coffee ini selesai dibuat demonya. Dan tanggapan nya pun cukup luar biasa dan tidak disangka sangka oleh para personil The Coffee. Lagu ini sukses menembus acara indie di radio yaitu Gulali Mustang dan radio POP 103FM. Belakangan Lagu ‘Kita’ juga diputar di sebuah radio di kota Batam. Tidak sampai di situ, lagu Kita juga sukses masuk ke 50 besar La Lights Indiefest 2007 regional Jakarta.

Selain kegembiraan karena lagu lagu The Coffee sudah cukup mendapat perhatian terutama di kalangan musik indie, kesedihan juga melanda grup ini ketika salah satu personel mereka yaitu Pedro (Drum) memutuskan untuk keluar dari grup band ini. Cukup lama The Coffee bermain dengan beberapa orang additional drum seperti Putra (Eks Inersia & Rebecca) dan wanda. Namun akhirnya The Coffee memutuskan memilih Wanda sebagai drumer baru mereka.

Akhir kata The Coffee mengucapkan terima kasih sebanyak banyak atas bantuan orang orang yang berjasa dalam satu tahun perjalanan grup band ini, Putra for The Coffee logo, Pedro atas bantuannya selama ini, Dhana atas bantuannya di Digital Beat Store Blitz Megaplex, Mas Adi for The Support, Ijul atas hasil recordingnya yang keren abesss!!! Keluarga kami yang selalu mendukung  dan mensupport kami baik Moril dan Materiil, dan temen temen The Coffee lainnya yang gak bisa disebutin satu persatu. Doakan kami agar selalu eksis dan bisa lebih baik dari sekarang… AMINNNN…

Mari Kita teruskan perjuangan ini teman……